Kala
senja mulai temaram
Ku
tatap langit yang hitam membeku
Tiada
titik terang tampak disana
Semua
kelam dan buram
Apakah aku mampu mengibaskan cahaya?
Untuk sedikit saja meneranginya
Kala malam mulai meninggi
Ku terbenam dalam kesendirian
Ku terbuai dalam arus kesedihan
Wahai
malam!
Apa
kau tau tentang isi hati ini?
Yang
sarat oleh kepedihan
Bibirku
memang tersenyum
Tapi
hatiku tetap rawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar